RENANG GAYA
KUPU-KUPU
Gaya
kupu-kupu adalah salah satu dari empat gaya renang yang
diperlombakan dalam Olimpiade. Karena gerakan kakinya, gaya ini juga
dikenal sebagai gaya lumba-lumba / dolphin.
Gaya ini merupakan turunan
dari gaya dada / gaya katak. Dengan posisi dada menghadap ke
bawah, kedua belah lengan secara bersamaan ditekan ke bawah, lalu ke
belakang, dan digerakkan ke arah luar sebelum diayunkan ke depan di atas
permukaan air. Pada saat tarikan tangan ke belakang, kedua belah kaki secara
bersamaan menekan ke bawah. Gerakan kaki dan tangan ini dilakukan untuk
mendorong badan bergerak ke depan (atau ke atas permukaan air untuk mengambil
nafas). Pada saat kepala masuk kembali ke dalam air, tangan mengikuti masuk,
dan kaki kembali menekan ke bawah. Gerakan kaki naik-turun menyerupai gerakan
sirip ekor lumba-lumba.
Udara dihembuskan kuat-kuat
dari mulut dan hidung sebelum kepala muncul dari air, dan udara dihirup lewat
mulut ketika kepala berada di luar air. Berbeda dari gaya lainnya yang umumnya
mudah dikuasai, perenang pemula memerlukan waktu lebih lama untuk mempelajari
koordinasi gerakan tangan dan kaki dalam gaya kupu-kupu. Sebagian besar pemula
juga menganggap gaya kupu-kupu sebagai gaya tersulit untuk dipelajari.
Dibandingkan
ketiga gaya berenang lainnya, teknik gerakan yang buruk dalam gaya kupu-kupu
tidak dapat ditutupi dengan besarnya tenaga yang dikeluarkan perenang. Dibandingkan gaya renang
lainnya, berenang gaya kupu-kupu memerlukan kekuatan yang besar dari perenang.
Perenang tercepat gaya kupu-kupu dapat berenang lebih cepat dari
perenang gaya bebas. Kecepatan renang gaya kupu-kupu didapat dari ayunan
kedua belah tangan secara bersamaan. Gaya kupu-kupu adalah gaya renang terbaru
dalam pertandingan renang. Perenang gaya kupu-kupu pertama kali ikut dalam
lomba renang pada tahun 1933.
Menurut sejarah, gaya kupu-kupu diciptakan pada tahun 1933
ketika Henry Myers, seorang perenang asal Amerika mempraktikkan gaya kupu-kupu
ini di perlombaan renang Brooklyn Central YMCA. Kemunculan gaya ini
bermula saat pelatih renang dari Universitas Iowa, Armbruster tengah meneliti
hambatan air yang mempengaruhi kecepatan renang pada gaya dada.
Solusi yang ia temukan adalah dengan mengayunkan gerakan
lengan ke depan ketika berenang menggunakan gaya dada. Saat itu, ia menyebut
gaya tersebut dengan nama ‘Kupu-Kupu”. Hal inilah
awal mula terciptanya gerakan gaya kupu-kupu ini.
Disisi lain, Richard Rhodes mengklaim bahwa
gerakan pada kaki dari gaya kupu-kupu ini ditemukan oleh Volney Wilson. Volney
Wilson menemukan gerakan ini setelah ia mempelajari gerakan pada ikan. Gerakan kaki ini ia coba lakukan pada Olimpiade
tahun 1938 ketika seleksi awal perenang yang mewakili Amerika Serikat.
Hasilnya, ia didiskualifikasi.
Lalu, kedua gaya tersebut akhirnya dikombinasikan
sehingga menghasilkan gaya renang yang memiliki gerakan yang cepat. Akhirnya muncullah gaya kupu-kupu yang kita
pelajari sekarang.
a.
Posisi Badan
Posisi
badan merupakan bagian yang sangat penting karena posisi badan ini sangatlah
menentukan sempurnanya gerakan yang kita lakukan, dalam olahraga gaya ini
posisi badan diusahakan untuk sedatar mungkin dengan permukaan air, akan tetapi
dalam melakukan renang gaya Kupu-kupu ini terjadi gerakan naik dan
turun secara Vertikal dan sesuai dengan irama kaki yang dihentakan secara
bersamaan. Gerakan naik turun ini memang tidak kita jumpai pada gaya renang
lainnya sehingga sebagian besar orang sangat lah kesulitan dalam melakukan
teknik renang gaya Kupu-kupua
ini, dengan adanya gerakan naik dan turun ini menjadikan tahanan depan akan
lebih besar, akan tetapi perenang harus tetap berusaha menjaga keseimbangan dan
menjada agar tubuh tetap datar dengan permukaan air.
Dalam melakukan
renang Gaya Kupu-kupu ini ada 2 hal yang harus di lakukan diantaranya
:
§ Bagian Kepala
Untuk mempermudah dalam
melakukan pangambilan nafas diusahakan agar bagian kepala naik sedikit saja
asalkan mulut sudah berada di atas permukaan air dan cukup untuk mengambil nafas,
dan ketika kita telah selesai mengambil nafas maka dengan cepat kepala tunduk
kembali agar tubuh tetap datar dengan permukaan air.
§ Kaki
Ketika melakukan pukulan
Dolphin yang dilakukan oleh kedua kaki sebaiknya kaki tidak memukul terlalu
dalam, karena jika pukulan terlalu dalam maka akan mengakibatkan penambahan
tahanan ke bagian depan, tendangan kaki terssebut dilakukan dengan menekuk
kedua kaki pada persendian Lutut yang kemudian di luruskan kembali dengan keras
(seperti ekor ikan paus).
Kedua hal tersebut haruslah
dilakukan dengan sempurna agar posisi badan kita tetap di permukaan air dan
untuk menghemat tenaga sewaktu melakukan gerakan Renang gaya Kupu-kupu.
b. Gerakan Kaki
Gerakan kaki pada Renang Gaya
Kupu-kupu ini hampir sama dengan Renang gaya bebas perbedaannya adalah pada
Renang gaya Kupu-kupu gerakan kaki di dilakukan secara bersamaan
sedangkan pada gaya renang misalnya gaya bebas gerakan kaki dilakukan secara
bergantian.
berikut adalah teknik dalam
melakukan renang gaya Kupu-kupu adalah sebagai berikut :
§ Posisi kaki harus lurus dari
pangkal sampai ujung kaki.
§ Gerakan kaki dilakukan dengan
sedikit menekuk bagian lutut akan tetapi tidak terlalu bengkok.
§ Gerakan kaki (Tendangan)
dilakukan dengan keras terutama pada punggung kaki yang dilakukan dengan
meluruskan kaki yang semula dibengkokan.
Setelah kaki di kayuh
(ditendang) kebawah kaki kembali di luruskan dan kembali ke posisi awal.
a. Gerakan Lengan
Dalam
melakukan Renang Gaya Kupu-kupu ini sangat lah penting karena gerakan
lengan sangatlah menentukan keberhasilan dan laju pada renang gaya
Kupu-kupu ini. Lengan pada gaya Kupu-kupu ini harus digerakan secara
bersamaan antara lengan kanan dan lengan kiri dan gerakan lengan pada Gaya
Kupu-kupu ini dibagi menjadi 2 (dua) bagian yaitu :
§ Gerakan Recovery
Gerakan Recovery pada lengan
adalah gerakan yang dimulai dari akhir gerakan mendayung dan berakhir ketika
akan mendayung. setelah tangan keluar setelah tangan keluar dari permukaan air
lalu tangan mulai dilemparkan ke depan dengan posisi yang rendah, lakukan lah
gerakan tersebut dengan rileks, kedua tangan masuk ke air sedikit diluar bahu,
pada gerakan ini gerakan tangan harus serempak dan simetrisantara lengan kanan
dan kiri.
§ Gerakan Dayungan Lengan
Gerakan mendayung pada rengan
gaya Kupu-kupu terdiri dari gerakan menarik dan gerakan mendorong, jika kita
perhatikan gerakan menarik dan mendorong ini hampir sama dengan gaya Bebas akan
tetapi pada Renang gaya Kupu-kupu ini lengan digerakan secara bersamaan dan
juga simetris antara lengan kanan dan kiri. dibawah ini merupakan urutan gerakan lengan pada gaya
Kupu-kupu diantaranya :
1. Lengan pada akhir dayungan
bersiap untuk melakukan gerakan Recovery.
2. pada saat melakukan gerakan
Recovery lengan dilemparkan kearah samping permukaan air.
3. pada saat memasuki akhir
recovery kedua tangan masuk kedalam permuakaan air pada garis bahu di depan
kepala.
4. kedua lengan masuk kedalam air
dalam posisi sikap tunduk.
5. kedua tangan mulai untuk
melakukan gerakan tarikan ke arah luar.
6. Kedu alengan mulai bergerak ke
arah dalam dan posisi lengan masih menekuk pada persendian (Sikut)
7. Kedua lengan mulai melakukan
dorongan ke arah dalam
8. Pada akhir dayungan posisi
kedua belah ibu jari menyentuh paha.
9. kembali pada gerakan recovery.
a. Pernafasan
Peroses pengambilan nafas pada
rengan gaya kupu-kupu hampir sama dengan pada Renang Gaya Dada yaitu dengan mengangkat
kepala ke atas permukaan air, teknik mengangkat kepala pada renang gaya
Kupu-kupu ini dilakukan pada saat akhir tarikan, pada saat melakukan
pengambilan nafas diusahakan agar kepala naik sedikit di permukaan, dan setelah
selesai maka dengan cepat kepala diturunkan kembali kedalam air agar tahanan
depan tidak terlalu besar, untuk pengeluaran air dilakukan di bawah air dengan
menggunakan hidung.
e. Koordinasi
Gerakan
Dalam melakukan renang Gaya
Kupu-kupu gerakan antara lengan dan kaki harus sesuai khususnya pada saat
tubuh naik turun di permukaan air, pada 1 putaran lengan harus terjadi 2 kali
putaran kaki (Keras & Lemah), ketika permulaan gerakan tendangan kaki harus
dilakukan dengan keras sedangkan pada saat melakukan dorongan gerakak kaki
dilakukan dengan lemah.






Comments
Post a Comment